Jalan Hidup yang Indah untuk lebih Bahagia dan Sehat dengan Memakai Hati...
Reiki Tummo adalah Jalan Indah Menuju Hidup lebih Sehat dan Berbahagia Melalui Hati
News
27 Juli 2014
LOKAKARYA AGUSTUS PERWAKILAN SINGARAJA
Perwakilan Singaraja akan mengadakan Lokakarya Reiki Tummo Tgl 9-10 Agustus detail

27 Juli 2014
LOKAKARYA AGUSTUS PERWAKILAN DENPASAR
Dear alumni, mari sambut Lokakarya Reiki Tummo di perwakilan Denpasar, tgl 2 -3 Agustus 2014. detail

20 Juli 2014
Lokakarya HN, Retreat, MRT, MY
Dear rekan-rekan alumni, Padmajaya Bali akan mengadakan Hati Nurani, Retreat, Memahiri Reiki Tummo dan Master Yoga, Tgl 12-15 September 2014, di Fave Hotel Seminyak ... detail

» index berita
Newsletter
Email:
Testimonial
Yogi
Selamat atas terbentuknya Website PADMAJAYA 'Bali' ini. Semoga segala informasi yang disampaikan dapat menjadi sarana yang indah untuk membantu rekan2 Baru, Alumni maupun Umum untuk lebih sadar dan ta... detail

» isi testimonial
» lihat testimonial

Kesaksian Kesembuhan

#11 of 24 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Lisa, Indonesia : Sembuh dari Penyakit Aneh

Terima Kasih Tuhan Smile

     Saat ini saya bisa tertawa riang dengan hati yang damai dan bahagia…. Menjalankan hidup saya sebagai seorang gadis pada umumnya. Padahal beberapa tahun yang silam, saya seperti tenggelam dalam dunia yang tidak saya sadari.

     Dunia yang gelap dan tanpa masa depan…. Sampai akhirnya Tuhan menolong saya dengan menunjukkan jalan terang..
Melalui Reiki Tummo.
   
     Saya bukan hanya sembuh dari masalah saya, namun melalui Reiki Tummo Tuhan menunjukkan jalan pulang untuk kembali kepadaNya. Terimakasih Tuhan.. (L)(L)(L).. Pada kesempatan ini, ijinkanlah saya untuk menceritakan pengalaman hidup saya yang sesunggunya. Agar pengalaman dan kesadaran yang saya peroleh juga dapat bermanfaat bagi semua pembaca Warta Padmajaya.

Paranormal
     Masa kecil saya tidaklah sama seperti anak-anak pada umumnya. Sejak kecil saya sudah memikirkan banyak hal yang tidak dipikirkan oleh anak sebaya saya. Saya sering berpikir tentang Tuhan… Tentang hal dibalik kematian, dsb… dan saya dapat melihat makhluk-makhluk yang tidak dapat dilihat oleh kebanyakan orang pada umumnya.
   
     Pada awalnya, saya menganggap semua itu biasa saja sampai saya berusia 7 tahun. Saat itu saya mulai menyadari apa yang saya lihat dan saya dengar. Saya mulai sering merasa ketakutan. Namun semua orang menganggap semua itu hanyalah khayalan saya belaka. Tidak ada orang yang bisa mengerti terhadap apa yang yang telah terjadi pada diri saya, bahkan diri saya sendiripun tidak menyadari bahwa saya bermasalah. Sering saya menjumpai makhluk-makhluk asing yang super menyeramkan, apalagi saat perayaan hari arwah dalam kebudayaan Cina (Ceng Beng). Saat itu banyak sekali muncul makhluk-makhluk yang super seram. Mulai dari makhluk berwujud manusia normal hingga berupa tuyul, nenek lampir, kuntilanak, bahkan makhluk-makhluk yang menyerupai binatang seperti white snake legends, barongsai putih, naga empat muka warna merah, dan lain sebagainya.

     Hidup saya sungguh tertekan.

     Setiap memasuki rumah seseorang, saya bisa melihat makhluk-makhluk penjaga rumah, dan segala keanehan dalam rumah tersebut. Seperti ada CT scannya rasanya :). Saya tidak tahu harus berbuat apa. Bingung`adalah kata yang tepat. Apa yang telah terjadi, apakah semua orang mengalami hal yang sama seperti saya? Saya menganggap diri saya normal per saat itu. Tetapi itu bukanlah suatu jawaban yang saya cari. Berbagai gereja saya datangi satu persatu, dan sesuai kebaktian, saya selalu menanyakan masalah saya pada bapak pendeta yang saya anggap memahami permasalahan.

      Dan mereka selalu menjawab bahwa Tuhan selalu memberi pengampunan, bertobatlah. Saya semakin bingung. Apa salah saya dan bagaimana caranya bertobat agar keluar dari masalah saya? Namun karena saya yakin dan percaya hanya Tuhanlah yang mampu melindungi saya, maka sayapun terus mencari Tuhan. Sayapun semakin rajin pergi ke gereja. Bahkan sering berpindah dari satu Gereja ke Gereja lainnya untuk mendapatkan jawaban. Perjalanan mencari Tuhan akhirnya mengantarkan saya untuk belajar ‘bahasa roh’ dan rajin mengikuti berbagai acara terkait. Pada sebuah acara yang diadakan pada tahun 2000, saya mengalami hal yang tdak saya duga sebelumnya.

Banyak Makhluk Yang Masuk Dalam Diri Saya
      Pada acara yang dipimpin oleh seseorang yang kusus datang dari Korea Selatan. Saya datang dengan tujuan semula agar sembuh dari sakit perut yang sering saya alami secara aneh`(kami menduga ada santet yang menyerang pada diri saya).. Dan juga agar mata saya yang berkacamata tebal dapat disembuhkan dalam acara tersebut (acara-acara semacam ini umumnya dilengkapi dengan acara penyembuhan, sesi penyembuhan`merupakan sesi yang paling diminati. Banyak orang menghadirinya).

       Nah saat itu saya maju kedepan bersama mama yang memberi semangat dan restu kepada saya. Saya berharap semua penyakit dalam diri saya dapat sembuh dalam sekejap. Tidak ada kepasrahan pada saat itu. Yang ada adalah rasa semangat dan emosi yang menggebu. Berdoa dengan berteriak berharap agar keinginan saya dikabulkan, padahal Tuhan adalah Sumber Kasih Yang Maha Suci, Yang Maha Murni, Yang Maha Terang, Maha Sempurna. Saya hanya mengikuti apa yang dilakukan atas diri saya. Tiba-tiba saya jatuh terkelepar dan berteriak teriak memberontak dan mengeluarkan bahasa - bahasa aneh yang saya sendiri tidak mengerti apa arti kata-kata yang saya ucapkan. Saya merasa ada sesuatu yang masuk ke dalam diri saya… sreep..sreep..sreep.. Namun saya bisa merasakan bukan sesuatu yang baik yang masuk dalam diri saya, melainkan makhluk-makhluk mengerikan berupa naga, ular, dan segala macam makhluk lainnya.

      Saya terkejut, ketakutan, tidak dapat berdiri dan tergeletak di atas panggung bersama beberapa rekan yang mengalami hal serupa. Sampai acara selesai, saya masih dalam kondisi yang sama. Akhirnya sang pendetapun angkat tangan dan menyuruh saya datang esok harinya. Namun tidak ada yang membaik dari diri saya, sehingga kami selalu mengikuti kemanapun bapak pendeta berada selama acara tersebut dengan maksud memohon bantuannya agar semua yang terjadi pada diri saya dapat normal kembali, namun sang pendeta Korea malah ketakutan, dan mengatakan bahwa semua ini adalah karena sudah bibitnya demikian, lalu meminta maaf karena tidak bisa menangani. Angkat tangan.

     Semenjak kejadian itu, mulailah hari-hari buruk dalam hidup saya. Semenjak itu saya merasakan penderitaan yang amat sangat. Hari-hari dalam hidup say, saya lalui dengan keadaan ‘blank’. Saya tidak sadar dengan apa yang saya lakukan. Makhluk-makhluk dalam diri sayalah yang mengambil alih diri saya. Hinga kadang saya muncul dalam berbagi kepribadian. Setiap malam saya tidak pernah dapat tertidur nyenyak karena takut diri saya diambil alih oleh makhluk-makhluk tersebut. Saat makhluk-makhluk tersebut menguasai diri saya penuh, saya mamu memukul pecah kaca setebal 8 mm dan meretakkan tembok hanya dengan sekali pukul tanpa ada luka sedikitpun pada tangan saya.

    Akhirnya kamipun mendatangi tokoh agama. Pendeta baik lokal maupun pendeta terkenal dari luar negeri, Bhiku, Lama Tibet, Kyai, Paranormal, sampai dukun-dukun, namun tidak memberikan hasil yang baik. Bahkan sering kali mereka yang terkena serangan balik. Kami hampir menyerah.

    Sampai pertolongan Tuhan akhirnya datang. Om saya, Handono yang merupakan alumni Reiki Tummo Yayasan Padmajaya mengajak saya untuk ikut lokakarya Reiki Tummo, saya menolaknya. Tepatnya makhluk-makhluk dalam diri saya berontak menolak ajakan tersebut. Namun karena tidak tahu lagi harus bagaimana, akhirnya mama memutuskan untuk mencoba membawa saya ke ‘klinik Padmajaya’ di Rukan Kelapa Gading sebagai jalan terakhir. Jikalau melalui Reiki Tummo juga gagal, maka saya akan dikirim ke rumah sakit jiwa.

Kesempatan Terakhir
    Reiki Tummo adalah the ‘last chance’ bagi saya. Bayangan rumah sakit jiwa sudah membentang di depan mata saya. Mama merasa tidak sanggup menangani semua masalah ini. Saat pertama kali dibawa ke klinik, saat sampai di halaman klinik, seluruh badan rasanya lemas sekali. Orang pertama yang saya temui adalah rekan Erwin, dan saya sempat memaki dia saat dia mengajak doa untuk Doa Buka Hati. “emang loe bisa apa?” tantang saya saat itu.

   Namun saat memasuki ruang klinik, saya merasakan perasaan yang tenang sekali, yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Tepat sehari setelah kedatangan saya ke klinik, saya mendapat kabar bahwa Grand Master Reiki Tummo, Bapak Irmansyah Effendi (yang selanjutnya saya sebut dengan sebutan Guru) datang mengajar para peserta Reiki Tummo I & II (padahal biasanya Guru hanya mengajar untuk tingkatan yang lebih lanjut).

    Karena mendengar saya membutuhkan bantuan, Guru segera datang ke klinik walaupun saat itu jam 11 malam. Saat itu saya datang lebih dahulu sebelum Guru tiba di klinik. Sambil menunggu Guru, saya sempat di healing oleh saudara Herwin dan saudara Iman. Selama healing, seluruh tubuh saya merasa sakit sekali, dan sayapun menangis. Saat itu masuklah Guru dan tersenyum pada saya. Saya tidak mengetahui bahwa itulah Guru karena usianya yang diluar dugaan saya, sehingga setelah beberapa saat sayapun bertanya pada Iman, “Mana Grand Masternya? Koq gak datang-datang?”, dan Iman menjawab, “Lho, yang tadi tersenyum itu.” Saya sempat kecewa meremehkan Guru dalam hati “emang anak muda itu siapa?”.

     Akhirnya Guru menghampiri saya, melihat kondisi saya. Namun karena sudah terlampau malam, Guru menyarankan saya untuk bertemu besok hari pada lokakarya saja. Keesokan harinya, saya mengikuti lokakarya Reiki Tummo I&II. Disela-sela lokakarya, Guru membantu saya untuk melepaskan makhluk-makhluk dalam diri saya dengan cara membimbing saya berpasrah kepada Tuhan, Sang Pencipta. Yang membedakan antara Guru dengan sekian banyak orang yang membantu saya, yakni beliau tidak pernah melakukan hal yang aneh.

    Guru hanya meminta saya berdoa dengan doa yang sesuai dengan keyakinan saya sambil membimbing saya untuk membuka hati kepada Tuhan. Pasrah kepada Tuhan, sambil tersenyum pada hati saya sendiri. Dan hasilnya sungguh luar biasa!! Begitu banyak makhluk yang keluar dari tubuh saya satu persatu. Inilah hal yang sangat membedakan! Reiki Tummo mengajarkan kita untuk tidak menggunakan kekuatan manusia (diri sendiri) ataupun kekuatan lain. Melainkan untuk bergantung seutuhnya pada kekuatan terbesar. Berkat Sang Pencipta! Setelah hari itu, secara intensive, saya ditangani oleh rekan Iman selama satu setengah bulan, sambil tetap dipantau Guru. Akhirnya, dengan berkat Tuhan pada awal Maret, 2003 saya dapat mengikuti pendalaman spiritual (retreat) untuk pertama kalinya.

Menyadari kasih Tuhan

     Alasan saya mengikuti retreat untuk yang pertama kalinya hanyalah keinginan untuk sembuh. Namun setelah menjalani acara demi acara, pengertian sayapun mulai tumbuh. Saya mulai mengerti mengapa kita harus santai, senyum, pasrah, dan saya mulai menyadari arti dari sepenuh hati, sepenuh kasih. Semenjak saat itu, kasih kepada Tuhan mulai tumbuh dalam hati saya, sampai akhirnya mengantarkan saya untuk mengikuti Retreat Kesadaran Sejati. Di saat Retreat Kesadaran Sejati itulah, kerinduan saya pada Tuhan bertumbuh.

      Saya semakin menyadari bahwa Tuhan selalu mengasihi kita. Selalu memberi yang terbaik. (sebelum saya mengikuti Reiki Tummo, saya sudah tahu bahwa Dia pasti selalu memberi yang terbaik, namun semua itu hanya kata-kata, hanya teori belaka. Namun saat saya mengikuti Retreat Kesadaran Sejati, saya sungguh merasakan & menyadari besar dan indahnya Kasih Tuhan dalam ari yang senyata-nyatanya). Di titik itu pula saya mengerti, bahwa segala musibah dan masalah yang saya alami hanyalah sarana untuk lebih dekat lagi kepada Tuhan.

     Kalau saya tidak mengalami semua itu, saya tidak pernah menyadari bahwa setiap saat adalah kesempatan untuk lebih dekat lagi kepadaNya. Dengan mengalami semua ini, saya bisa membantu sesama yang mengalami masalah-masalah yang serupa dengan yang saya alami untuk dapat menghadapi masalah itu, dan membimbing mereka agar lebih dekat kepada Tuhan. Terimakasih ya Tuhan, atas berkatMu yang berkelimpahan setiap saat bagi kami. Terimakasih atas kesempatan yang Engkau berikan sehingga saya dapat lebih dekat kepadaMu..

Pesan & Ungkapan
    Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terimakasih kepada Tuhan yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk dapat lebih dekat kepada Nya dan kepada Guru yang telah membantu dan membimbing saya setiap saat. Tidak lupa kepada Orang Tua dan keluarga saya yang selalu memberikan dukungan. Terimakasih kepada rekan Iman, yang membimbing saya di saat-saat sulit. Terimakasih kepada semua rekan yang tidak dapat saya sebutkan namanya satu persatu. Tanpa kalian, entah apa yang terjadi pada diri saya. Dan kepada seluruh pembaca Warta Padmajaya. Pesan saya, jikalau anda mendapat masalah, janganlah menghindar, namun hadapilah semua itu dengan kepasrahan kepada Tuhan. Dengan memohon bantuan Tuhan, andalkan kasih Tuhan selalu, karena Tuhan tidak pernah mengecewakan kita. Dia selalu memberi yang terbaik. Dia Agung dan Bijaksana, dan tidak pernah mengecewakan kita. Dia sungguh baik.

Amin

Salam manis dari saya Smile
Lisa

Sumber : Warta Padmajaya
Product Scroller
Information
3 user sedang online
Anda pengunjung ke-162,911
Search
Search:
Pembayaran
Bank BCA


Klinik Padmajaya Bali
Ruko Istana Regency Blok L/10
( sebelah Klinik Pijat Usadha Pak Oles )
Jln. By Pass Ngurah Rai Pesanggaran (sebelah Barat Lote-Mart/Makro)
Telp 0361-727835
SMS : 0361-7822535
info@padmajaya-bali.com

Toko Online